INFOLHOKSEUMAWE.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 56 Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan terobosan edukasi kreatif di SD Negeri 7 Blang Mangat, Desa Kuala Meuraksa, Kecamatan Blang Mangat, Sabtu (7/2). Mereka memperkenalkan teknik ecoprint sebagai metode pembelajaran inovatif berbasis pemanfaatan kekayaan alam sekitar.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa alam menyediakan sumber warna alami yang dapat dimanfaatkan menjadi karya seni. Melalui pendekatan “belajar sambil bermain”, para mahasiswa mengajak siswa mengeksplorasi keragaman hayati yang ada di lingkungan sekolah.
Proses edukasi dimulai dengan pengenalan konsep dasar ecoprint, yakni teknik mencetak motif dan warna asli tumbuhan ke atas media tertentu. Siswa diajak mengidentifikasi berbagai jenis daun dan bunga yang dapat menghasilkan pigmen warna.
“Pembelajaran melalui ecoprint ini sangat efektif karena dikemas dengan praktik langsung. Dengan metode ini, siswa lebih mudah memahami bahwa warna alami bisa berasal dari tumbuhan di sekitar mereka,” ujar Khairunnisak, anggota Kelompok 56.
Tina Clarisa Pandiangan, anggota kelompok lainnya, menyebutkan bahwa suasana kegiatan berlangsung sangat ceria dan interaktif. “Siswa sangat aktif berpartisipasi dan berdiskusi mengenai pengetahuan baru yang mereka peroleh dari alam sekitar,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi saat mempraktikkan cara mentransfer warna dari tumbuhan ke media yang telah disediakan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas siswa, hasil karya ecoprint tersebut kemudian dipajang di dinding sekolah sebagai simbol pembelajaran inovatif.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala sekolah beserta jajaran guru memberikan apresiasi kepada Kelompok 56 KKN Unimal atas inisiatif yang memadukan unsur seni, sains, dan kepedulian lingkungan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unimal berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kelestarian tumbuhan, membangkitkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini, serta memperkaya wawasan siswa mengenai potensi ekonomi dan estetika dari tumbuhan lokal.
Diharapkan, edukasi ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi mampu menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan yang akan terus dipraktikkan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. []












