INFOLHOKSEUMAWE.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 67 Universitas Malikussaleh (Unimal) sukses menggelar kegiatan Posyandu terintegrasi di Desa Kumbang Punteut, Kecamatan Blang Mangat, pada Sabtu (7/2/2026). Mengusung konsep layanan kesehatan lengkap, kegiatan yang dipusatkan di Kantor Keuchik ini berhasil menarik minat warga untuk datang berbondong-bondong memeriksakan kesehatan.
Program ini dirancang bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai bentuk pengabdian nyata mahasiswa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat desa, mulai dari balita hingga lansia.
Berbeda dengan kegiatan biasa, mahasiswa KKN Kelompok 67 mendampingi kader Posyandu untuk memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan yang maksimal. Untuk balita, tersedia layanan pertumbuhan yang meliputi penimbangan berat badan secara akurat, pengukuran tinggi badan untuk pemantauan stunting, serta pemeriksaan kesehatan dasar dan konsultasi gizi.
Tidak hanya fokus pada anak-anak, para lansia juga menjadi prioritas. Mahasiswa memfasilitasi pengecekan tekanan darah dan konsultasi kondisi fisik secara mendalam. Layanan ini disambut hangat oleh warga senior desa yang merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan “jemput bola” di balai desa.
Suasana di Kantor Keuchik tampak padat namun tertib. Sejak pagi, para ibu telah mengantre untuk mendaftarkan buah hati mereka. Salah satu warga mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan energi baru dalam pelayanan kesehatan di desa.
“Kami sangat terbantu karena pemeriksaannya lengkap. Mahasiswanya ramah dan membantu kami memahami kondisi kesehatan tanpa harus jauh-jauh ke Puskesmas,” ujar Tihawa, salah satu peserta Posyandu.
Edukasi Gizi
Perwakilan Kelompok 67 KKN Unimal menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pola hidup sehat di lingkungan perdesaan. Selain pemeriksaan fisik, mahasiswa juga memberikan penyuluhan singkat mengenai pentingnya gizi seimbang.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami di sini memberikan dampak nyata. Melalui Posyandu ini, kami berharap kesadaran warga akan pentingnya pemeriksaan rutin semakin meningkat,” ungkap Indah, anggota Kelompok 67.
Kegiatan yang berlangsung secara terstruktur—mulai dari pendaftaran hingga penyuluhan—ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara perangkat desa, kader kesehatan, dan mahasiswa sebagai simbol eratnya kerja sama antara akademisi dan masyarakat. []











