INFOLHOKSEUMAWE.com — Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit 08 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengawal ketat tahapan skrining data peserta donor darah. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Blood For Life Foundation (BFLF) Lhokseumawe-Aceh Utara.
Melalui pengawalan ketat ini, panitia berhasil mengumpulkan darah sebanyak 62 kantong dari para peserta yang berpartisipasi aktif. Relawan memfasilitasi pengisian data serta kuesioner kesehatan guna memastikan keamanan seluruh prosedur donor darah.
Komandan KSR PMI Unit 08 UIN SUNA Lhokseumawe, Lufita Agnessa Helsinky, menegaskan pentingnya proses pendataan awal tersebut. Menurutnya, tahapan awal ini menjadi kunci utama untuk memastikan kelayakan darah bagi para pasien.
“Melalui pengisian data dan kuesioner kesehatan, petugas dapat mengetahui kondisi pendonor serta memastikan darah yang disumbangkan layak untuk digunakan bagi pasien yang membutuhkan,” ujar Lufita di sela-sela kegiatan di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Senin (22/6/2026).
Selain menjaga keamanan penerima, proses administrasi ini memberikan perlindungan kesehatan bagi para pendonor itu sendiri. Petugas dapat meminimalkan risiko penularan penyakit sekaligus memvalidasi ketersediaan stok darah secara akurat.
Guna memperlancar proses administrasi, KSR PMI Unit 08 berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Bisnis Politeknik Negeri Lhokseumawe. Kerja sama ini berhasil menciptakan sistem pelayanan yang lebih tertib, efektif, dan cepat bagi masyarakat.
Sehubungan dengan hal itu, panitia kegiatan donor darah BFLF, Mutia Sari, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi nyata para mahasiswa. Ia menilai keterlibatan aktif ini mencerminkan tingginya kepedulian sosial generasi muda.
“Kegiatan donor darah ini bukan hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, melainkan juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam membantu memenuhi kebutuhan darah,” kata Mutia Sari.
Ia berharap kegiatan donor darah serupa dapat terus berjalan secara berkelanjutan di masa depan. Langkah ini penting demi menjaga ketersediaan pasokan darah bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan medis. []










