INFOLHOKSEUMAWE.com — Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Studi Mahasiswa (UKM KSM) Creative Minority Universitas Malikussaleh (Unimal) menyelenggarakan Creative Research National & International Competition (CREATION) 3.0 guna memfasilitasi mahasiswa dari berbagai kampus dalam mengembangkan inovasi terkait Sustainable Development Goals (SDGs).
Kompetisi yang berlangsung sejak tanggal 7 hingga 9 Oktober 2026 ini menjadi ruang interaktif bagi para pemuda untuk menguji gagasan sekaligus memperluas pengalaman berjejaring lintas daerah.
Memasuki hari kedua pada Kamis (9/10/2026), puluhan mahasiswa yang mewakili 25 perguruan tinggi di Indonesia saling beradu kecerdasan dalam empat cabang perlombaan tingkat nasional. Keempat ajang tersebut mencakup Lomba Esai Nasional, Debat, Policy Brief, dan Business Plan.
Melalui rangkaian kompetisi ini, penyelenggara menuntut peserta untuk mendalami topik, menyusun gagasan kritis, serta menyampaikan dan mempertahankan pemikiran mereka secara runtut sesuai dengan bidang masing-masing.
Bagi para peserta, ajang ini tidak sekadar menjadi arena kompetisi akademis, tetapi juga membuka peluang besar untuk berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa dari penjuru Nusantara. Mengamini hal tersebut, salah seorang peserta asal Universitas Hasanuddin (Unhas), Tenratu, mengungkapkan ketertarikannya mengikuti CREATION 3.0.
“Alasan saya mengikuti CREATION karena mendapatkan topik yang menarik. Selain itu, saya juga ingin merasakan bagaimana bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia,” kata Tenratu.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa perjumpaannya dengan peserta dari berbagai kampus memberikan kesan dan pengalaman mendalam.
“Di sini saya bisa bertemu dengan banyak orang, belajar menyesuaikan diri dan berbaur dengan semua orang,” ujarnya.
Sejalan dengan pandangan peserta, Ketua Umum Creative Minority, Sartika, menyoroti bagaimana perbedaan latar belakang dari setiap kontestan justru melahirkan kekayaan perspektif.
“Setiap peserta datang dengan cara pandang yang berbeda. Itu yang membuat gagasan yang muncul juga beragam,” kata Sartika.
Selain itu, Sartika menambahkan bahwa ajang ini berfungsi sebagai kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk melatih keberanian mental dalam menyuarakan sekaligus mempertanggungjawabkan ide yang mereka usung.
“Peserta tidak hanya menyampaikan ide, tetapi juga harus memahami dasar dari gagasan yang mereka bawa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia CREATION 3.0, Rais Akbar, menegaskan bahwa masing-masing cabang perlombaan menawarkan tantangan dan tingkat kesulitan tersendiri yang harus peserta taklukkan.
“Teknis setiap lomba berbeda, tetapi peserta tetap dituntut memahami apa yang mereka sampaikan dan mampu mempertanggungjawabkannya,” kata Rais.
Sebagai informasi tambahan, tahun ini panitia penyelenggara mengangkat tema besar “Empowering Youth Creativity Through Science, Technology, and Sustainable Innovation to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs) Towards Golden Indonesia 2045.”
Oleh karena itu, selain menyajikan empat kompetisi nasional, rangkaian acara CREATION 3.0 turut menghadirkan Lomba Esai Internasional, News Anchor International, seminar nasional, hingga kegiatan field trip. []











