INFOLHOKSEUMAWE.com — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri 03 UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) merawat dan melestarikan budaya lokal Aceh melalui pertunjukan seni tradisional Rapai pada malam perpisahan di Desa Cot Iboeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Minggu (23/8/2026).
Para mahasiswa secara kompak menabuh alat musik tradisional berbentuk seperti rebana tersebut untuk menghadirkan warna tersendiri di penghujung masa pengabdian mereka. Gemuruh irama Rapai yang dinamis tidak hanya memecah keheningan malam, tetapi juga menyimbolkan penghormatan mahasiswa terhadap kekayaan budaya masyarakat setempat.
Langkah ini menjadi bagian penting dari penutupan seluruh rangkaian program kerja pengabdian yang telah mereka jalankan. Selama bertugas di Desa Cot Iboeh, para mahasiswa aktif menggerakkan berbagai kegiatan yang melibatkan warga, mulai dari sektor pendidikan, lingkungan, ekonomi, hingga kegiatan sosial dan kebudayaan.
“Kehadiran seni Rapai dalam acara puncak tersebut membawa makna mendalam bagi perjalanan pengabdian mahasiswa,” ujar Ketua Kelompok KPM, M. Dimas Aditya, Rabu (26/8/2026).
Masyarakat Aceh sendiri, lanjut Dimas, sejak lama memelihara seni Rapai dalam berbagai prosesi adat, pertunjukan budaya, hingga acara keagamaan sebagai cermin semangat kebersamaan dan gotong royong.
Melalui ketukan tangan yang padu, para mahasiswa KPM Mandiri 03 berhasil menghadirkan kehangatan dan mempererat tali silaturahmi dengan warga desa. Malam perpisahan pun berlangsung penuh keakraban setelah sekian lama mahasiswa tinggal dan berbaur bersama masyarakat.
Pertunjukan seni budaya ini menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat juga membuka ruang luas untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan warisan tradisi daerah. Di bawah tabuhan Rapai yang menggema, mahasiswa UIN SUNA akhirnya menutup masa pengabdian di Desa Cot Iboeh dengan meninggalkan kenangan berkesan yang kental akan nuansa budaya Aceh. []











