INFOLHOKSEUMAWE.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 67 Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkenalkan solusi cerdas dalam menangani permasalahan sampah di tingkat desa. Melalui demonstrasi teknologi Rocket Stove, para mahasiswa mengajak warga Desa Kumbang Punteut untuk beralih ke metode pembakaran sampah yang lebih ramah lingkungan, Jumat (10/2/2026).
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas pembakaran sampah secara terbuka yang memicu polusi udara di lingkungan pemukiman. Rocket stove hadir sebagai teknologi tepat guna yang dirancang khusus dengan sistem aliran udara optimal untuk meminimalisir produksi asap.
Perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 67 menjelaskan bahwa keunggulan utama dari rocket stove adalah efisiensi pembakarannya. Desain tungku yang minimalis memungkinkan panas terfokus sepenuhnya pada ruang bakar.
“Teknologi ini sangat aplikatif karena bahannya mudah ditemukan dan pembuatannya sederhana. Fokus kami adalah bagaimana sampah kering seperti daun, ranting, hingga sisa organik dapat dimusnahkan tanpa harus mengganggu pernapasan warga akibat asap yang mengepul,” ujar Al Syauqan, Ketua Kelompok.
Dalam sesi praktik langsung, mahasiswa menunjukkan cara kerja tungku tersebut di hadapan warga. Hasilnya, pembakaran sampah berlangsung jauh lebih cepat dan asap yang dihasilkan berkurang secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional.
Inovasi ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga menilai kehadiran rocket stove membuat aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan rumah tangga menjadi lebih nyaman dan tidak lagi mencemari udara sekitar.
Selain aspek teknis, program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang terkendali. Dengan berkurangnya polusi udara, Desa Kumbang Punteut diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan.
Melalui keberhasilan program ini, Kelompok 67 KKN PPM Unimal berharap masyarakat dapat terus menerapkan teknologi rocket stove secara mandiri, sekaligus menjadikannya langkah awal menuju kemandirian desa dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. []











