INFOLHOKSEUMAWE.com — Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit 08 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe (KSR PMI Unit 08 UIN SUNA) terlibat penuh dalam menyukseskan program Bantuan Non Tunai (BNT) E-Voucher. Program ini menyasar masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Sawang dan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
PMI Pusat menyelenggarakan kegiatan skala nasional ini dengan dukungan penuh dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan Australian Red Cross.
Tim relawan mengawali program dengan melaksanakan sosialisasi selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 23 Mei 2026. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk mematangkan kesiapan layanan BNT bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut pada tahun 2025 silam.
Nantinya, PMI akan memberlakukan mekanisme BNT ini selama sebulan secara bertahap sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Pihak penyelenggara memulai proses dari tahapan sosialisasi, kemudian melanjutkan dengan assessment (penilaian) calon penerima manfaat, hingga mendistribusikan bantuan kepada masyarakat berupa voucher belanja.
“Proses ini tidak dapat dilakukan secara asal. Semua harus melewati tahapan-tahapan yang tentunya sesuai dengan SOP kerja yang berlaku di PMI, Insyaallah layanan ini akan berakhir pada akhir Juni atau awal Juli,” ujar Nazaruddin selaku Koordinator Layanan program tersebut, Senin (8/6/2026).
Nazaruddin juga mempertegas bahwa dirinya cukup yakin dengan performa dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para relawan muda dari perguruan tinggi ini. Terlebih, pihak PMI telah membekali mereka dengan kapasitas dan pengetahuan yang matang sebelum menerjunkan mereka ke lapangan.
Haris Fajar, salah satu relawan aktif yang bertugas di bidang Information Management (IM), mengungkapkan hal senada. Menurutnya, program layanan ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat setempat. Untuk tahap awal, program memfokuskan kegiatan di dua kecamatan yang mengalami dampak paling parah, yaitu Kecamatan Sawang dan Kecamatan Langkahan.
“Penentuan lokasi ini tidak dipilih secara acak, melainkan hasil koordinasi intensif antara pengurus PMI Kabupaten Aceh Utara dengan PMI Pusat untuk memetakan titik terparah agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” tambah Haris.
Koordinator IM PMI, Hady Prasetyo, turut menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja tim. Ia mengaku sangat puas dengan performa yang ditunjukkan oleh tim relawan kali ini.
“Mereka tampil cukup solid tanpa adanya kendala berarti di lapangan. Segala dinamika tugas mampu di-handle dengan sangat baik oleh tim relawan, bahkan tanpa mengharuskan saya untuk turun tangan secara aktif ke lapangan,” pungkas Hady dengan bangga. []









