INFOLHOKSEUMAWE.com — Kelompok 67 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menghadirkan keceriaan bagi anak-anak di Desa Kumbang Punteut, Kecamatan Blang Mangat, melalui kegiatan edukasi ecoprint, Jumat (23/1/2026). Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini menjadi upaya trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.
Ecoprint merupakan teknik pewarnaan alami yang memanfaatkan pigmen dari tumbuhan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menggunakan teknik ketuk (pounding) pada media kertas, sebuah metode yang sederhana namun efektif untuk menghasilkan karya seni yang unik.
Bencana banjir seringkali meninggalkan jejak traumatis bagi anak-anak. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa KKN Unimal memilih ecoprint sebagai media pemulihan psikologis. Melalui aktivitas fisik yang menyenangkan seperti mengetuk daun dan bunga, anak-anak diajak untuk mengalihkan memori buruk pascabanjir menjadi fokus pada keindahan alam sekitar.
Kegiatan ini dirancang sedemikian rupa agar menggabungkan unsur seni dengan edukasi lingkungan. Anak-anak diajak mengenal berbagai jenis flora lokal, kemudian mengaplikasikannya di atas kertas hingga membentuk motif alami yang cantik.
Koordinator kegiatan, Alfiya Balqis dan Zunita Delaila, menjelaskan bahwa pemilihan metode ecoprint didasarkan pada aspek keamanan dan keberlanjutan.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa alam dapat dimanfaatkan secara bijak tanpa merusaknya. Kami ingin menanamkan konsep ramah lingkungan sejak dini sekaligus melatih motorik dan imajinasi mereka,” ungkapnya kepada INFO LHOKSEUMAWE, Minggu (25/1).
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Anak-anak tampak fokus mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemilihan daun yang memiliki serat kuat hingga melihat hasil cetakan warna alami yang muncul di atas kertas. Hasil karya yang dihasilkan sangat beragam, mencerminkan imajinasi bebas khas anak-anak.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan sesaat, tetapi memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan pendekatan seni dan praktik langsung, mahasiswa KKN Unimal berupaya menanamkan nilai cinta lingkungan serta mendukung pendidikan kreatif yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Melalui ketukan-ketukan kecil di atas kertas, senyum anak-anak Desa Kumbang Punteut kembali merekah, membawa harapan baru untuk pemulihan psikologis yang lebih baik di masa depan. []










