INFOLHOKSEUMAWE.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 57 Universitas Malikussaleh (Unimal) secara resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di SD Negeri 5 Blang Mangat pada Jumat (13/2/2026). Momentum perpisahan tersebut ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang terjalin selama pelaksanaan program.
Suasana haru menyelimuti halaman sekolah saat mahasiswa menyerahkan sertifikat penghargaan kepada pihak sekolah. Piagam tersebut merupakan simbol terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan keluarga besar SDN 5 Blang Mangat terhadap berbagai program kerja edukatif yang dijalankan mahasiswa selama beberapa pekan terakhir.
Selama masa KKN, Kelompok 57 telah menginisiasi berbagai kegiatan strategis, di antaranya edukasi mental health (kesehatan mental), sosialisasi stop bullying (pencegahan perundungan), hingga kegiatan senam bersama untuk meningkatkan kebugaran dan semangat belajar siswa. Seluruh rangkaian program tersebut mendapat sambutan positif dari para guru maupun siswa.
Ketua Kelompok 57 KKN Unimal, Mujiburahman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keterbukaan pihak sekolah.
“Kami sangat bersyukur karena SD Negeri 5 Blang Mangat menerima kami dengan tangan terbuka. Dukungan dari bapak dan ibu guru memungkinkan program kerja kami berjalan maksimal, sekaligus memberikan pengalaman lapangan yang sangat berharga bagi kami,” ujar Mujiburahman.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dewan guru SDN 5 Blang Mangat menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekolah. Pihak sekolah merasa terbantu dengan adanya edukasi-edukasi baru yang dibawa oleh mahasiswa dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut di masa depan.
Acara perpisahan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, guru, dan para siswa sebagai kenang-kenangan. Momen ini mempertegas bahwa kehadiran program KKN tidak hanya memberikan manfaat akademik dan edukatif, tetapi juga berhasil membangun ikatan kekeluargaan yang bermakna antara civitas akademika dengan masyarakat. []











