INFOLHOKSEUMAWE.com — Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 21 Universitas Malikussaleh (Unimal) melatih ibu-ibu Desa Meunasah Krueng membuat sabun cuci piring pada Kamis (27/8/2026).
Pelatihan yang berlangsung di Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, ini bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) gampong menuju masyarakat sejahtera.
Pilihan melatih pembuatan sabun cuci piring berakar dari tingginya kebutuhan rumah tangga akan produk pembersih tersebut sehari-hari. Selain membagikan keterampilan praktis, para mahasiswa memanfaatkan bahan alami dari lingkungan sekitar guna membuka wawasan warga mengenai peluang usaha mandiri yang ekonomis.
Mahasiswi KKN Unimal, Risa Munawwarah, menegaskan bahwa program ini menyasar langsung kebutuhan mendasar masyarakat. Ia berharap keterampilan sederhana tersebut dapat berlanjut menjadi unit usaha yang bernilai tambah bagi ibu-ibu di gampong.
“Kami memilih pembuatan sabun cuci piring karena produk ini memang dibutuhkan setiap hari. Selain bisa digunakan sendiri, kami berharap ibu-ibu dapat melihat peluang untuk mengembangkan sabun ini menjadi produk usaha yang bisa dijual kepada masyarakat sekitar,” ujar Risa.
Di sisi lain, proses pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Setelah mendengarkan penjelasan teori, para peserta langsung mempraktikkan tahapan penyiapan bahan hingga pencampuran secara mandiri agar mampu mengulangnya kembali di rumah.
Istri Keuchik Desa Meunasah Krueng, Khadijah, menyambut positif inisiatif mahasiswa Unimal ini. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan dampak nyata yang dapat langsung dirasakan oleh warga gampong.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena sabun cuci piring merupakan kebutuhan sehari-hari. Kami juga senang mendapatkan pengetahuan baru yang bisa dipraktikkan kembali di rumah,” ujar Ibu Khadijah.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Amru Usman, S.E., Ak., M.Sc., mengarahkan dan memantau langsung jalannya kegiatan. Kehadirannya memastikan program KKN ini memberikan kontribusi nyata serta tepat sasaran bagi pemberdayaan warga lokal.
Sebagai penutup kegiatan, para mahasiswa membagikan produk sabun cuci piring siap pakai hasil praktik tersebut kepada seluruh peserta. Melalui langkah awal ini, Kelompok 21 KKN-PPM Unimal berharap masyarakat Meunasah Krueng tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan mampu merintis usaha rumahan berbasis kebutuhan harian secara berkelanjutan. []











