INFOLHOKSEUMAWE.com — Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., mengingatkan agar pengembangan Proyek Gas Tangkulo Andaman Selatan harus memberikan keuntungan dan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe. Ia berharap proyek energi ini tidak hanya menjadi aktivitas industri yang terbatas di daratan, melainkan mampu membangkitkan perekonomian daerah secara luas.
Sayuti menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kontribusi Ekonomi dan Sosial Proyek Gas Tangkulo Andaman Selatan di Aula Setdako Lhokseumawe, Kamis (21/5/2026). Forum ini membahas kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) untuk memperkirakan dampak proyek kelolaan Mubadala Energy tersebut.
Dalam pandangan strategisnya, Sayuti menyoroti rencana penggunaan skema Onshore Receiving Facility (ORF). Ia menjelaskan bahwa pada skema tersebut, fasilitas di daratan hanya menerima gas kering yang dikirim dari kilang lepas pantai (offshore) untuk langsung disalurkan ke pengguna akhir. Pola ini berpotensi membatasi penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan industri di daerah.
Ia juga menekankan agar kajian LPEM FEB UI memberikan gambaran objektif mengenai pilihan yang paling besar menghadirkan nilai tambah bagi daerah, bukan sekadar memvalidasi keinginan operator atau regulator. Jika aktivitas industri di darat lemah, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun terancam kehilangan daya ungkit ekonomi.
“Kami sangat berterima kasih, menyambut baik, dan mengapresiasi pelaksanaan kajian ini. Namun harapan kami, hasil FGD benar-benar menjadi dasar untuk menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi daerah, bukan hanya menguatkan pilihan pola pengembangan yang dampaknya terbatas di daratan,” ujar Wali Kota Sayuti.
Kami berharap potensi besar Gas Tangkulo dapat membuka ruang tumbuh industri, memperluas lapangan kerja, serta menghidupkan kawasan strategis seperti KEK Arun. Kami mencintai republik ini dan berharap pembangunan nasional juga benar-benar menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat Aceh dan Kota Lhokseumawe,” tegasnya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap proyek ini dapat mengoptimalkan kembali fasilitas eks Kilang Arun, menarik investasi baru, menumbuhkan industri pendukung, dan memperluas keterlibatan pekerja lokal. Langkah ini penting agar Lhokseumawe kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan industri energi di Aceh.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe A. Haris, S.Sos., M.Si., beserta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara itu, tim LPEM FEB UI menghadirkan Muhammad Sowwam, Wahyu Wibowo, Malinda Damayanti, Naufal Zaki A., Sri Murdilah Fournawati, dan Raisa Tahfata Nada. []











