INFOLHOKSEUMAWE.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 36 Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan psikoedukasi bertema “Stop Bullying” di SMP Negeri 2 Kuta Makmur, Desa Krueng Seunong, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (19/8/2026).
Program kerja ini berfokus pada peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan (bullying) sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa memaparkan materi komprehensif terkait dengan pengertian, bentuk-bentuk, hingga dampak buruk perundungan. Mereka menjelaskan berbagai wujud perundungan yang kerap terjadi, seperti kekerasan fisik, ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga ucapan yang melukai perasaan orang lain.
Ketua KKN Kelompok 36 Unimal, Muhammad Akmal Fadilah, menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran sejak dini bahwa perundungan bukanlah hal sepele.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, Adik-Adik dapat memahami bahwa bullying bukan sekadar candaan. Setiap perkataan maupun tindakan dapat memberikan dampak bagi orang lain. Kami ingin mengajak mereka untuk saling menghargai, berani peduli, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua,” ujar Akmal.
Guna memperkuat pemahaman peserta, tim mahasiswa juga menayangkan video edukasi interaktif. Melalui pemutaran video tersebut, para siswa diajak mengenali tindakan perundungan, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, serta berani mengambil sikap tegas saat menyaksikan aksi perundungan di lingkungan sekolah.
Inisiatif mahasiswa KKN Unimal ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, terlebih SMPN 2 Kuta Makmur saat ini masih mengalami keterbatasan tenaga pendidik. Tenaga pengajar SMPN 2 Kuta Makmur, Indah, menyampaikan rasa terimakasih atas materi edukasi yang membekali para siswa dalam berinteraksi sehari-hari.
“Di sekolah ini memang belum ada guru Bimbingan Konseling (BK), bahkan guru olahraga juga belum ada. Jadi, kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai tata cara bersikap dan berinteraksi dengan teman. Kami berharap materi ini dapat terus mereka ingat dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Indah.
Sepanjang acara, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka menyimak materi dan pemutaran video edukasi dengan saksama untuk memahami pentingnya empati, menghargai perbedaan, serta membantu teman yang menjadi korban perundungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 36 Unimal berharap pesan “Stop Bullying” benar-benar tertanam dan memandu perilaku siswa, baik di dalam maupun di luar sekolah. Program ini menjadi bagian dari upaya nyata pembentukan karakter generasi muda agar lebih peduli, saling menghormati, dan berani mencegah aksi perundungan. []











