INFOLHOKSEUMAWE.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 56 Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan langkah progresif dengan memperkenalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kepada siswa SDN 7 Blang Mangat, Rabu (11/2/2026).
Program bertajuk “Kenalan dengan AI: Teman Belajar Anak di Dunia Digital” ini bertujuan menggeser paradigma siswa dalam menggunakan gawai dari sekadar sarana hiburan menjadi alat belajar yang solutif.
Edukasi ini terbukti efektif memberikan pemahaman baru bagi para siswa. Berdasarkan data yang dihimpun tim KKN, hasil uji pre-test menunjukkan tingkat pemahaman awal siswa terhadap AI hanya berada di angka 58%. Namun, setelah sesi materi dan praktik, nilai post-test melonjak drastis menjadi 80%.
Peningkatan ini mencerminkan antusiasme tinggi siswa dalam menyerap potensi teknologi masa depan yang selama ini mungkin sudah ada di sekitar mereka namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk pendidikan.
Pemateri kegiatan, Rezeki Putri Maha, menekankan bahwa teknologi AI dihadirkan bukan untuk menggeser peran pendidik, melainkan sebagai asisten pribadi dalam memahami materi pelajaran yang sulit.
“Kami mengajak siswa mengenal AI sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang sudah dekat dengan kehidupan sehari-hari. AI adalah alat bantu belajar, namun tidak akan pernah menggantikan peran guru di kelas,” ujar Rezeki.
Hal senada diungkapkan oleh Mahrida Lativa, pemateri lainnya. Ia menjelaskan bahwa kunci utama sosialisasi ini adalah penyampaian dengan bahasa yang sederhana agar teknologi tingkat tinggi tersebut dapat dicerna dengan mudah oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Wali Kelas 6 SDN 7 Blang Mangat, Murkidah, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa Unimal. Menurutnya, literasi digital merupakan tantangan besar di wilayah pedesaan, dan pengenalan AI sejak dini dapat menjadi modal penting bagi siswa untuk bersaing di masa depan.
“Edukasi ini diharapkan dapat menambah pemahaman siswa bahwa AI hanyalah teman belajar. Mereka tidak boleh terlalu ketergantungan. Siswa harus tetap lebih pintar dan kritis daripada AI agar kreativitas mereka tetap berkembang,” tegas Murkidah.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 56 Unimal berharap anak-anak di SDN 7 Blang Mangat tidak hanya mahir secara teknis dalam mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga memiliki etika dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi arus informasi di masa depan. []











