INFOLHOKSEUMAWE.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 56 mengaplikasikan keilmuan bidang arsitektur untuk memperkuat tata kelola Desa Kuala, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Fokus utama program ini adalah melakukan pemetaan administrasi desa secara teknis dan terstruktur pada Selasa (11/2/2026).
Program kerja ini bertujuan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data fisik desa ke dalam format peta digital dan cetak. Mahasiswa arsitektur yang tergabung dalam kelompok tersebut terjun langsung untuk mendata batas wilayah, kondisi lingkungan, hingga sebaran fasilitas umum guna menciptakan sistem administrasi yang lebih informatif.
Ahmad Ferdiansyah, selaku penanggung jawab program, menyampaikan bahwa penggunaan disiplin ilmu arsitektur dalam pemetaan ini sangat krusial untuk menghasilkan akurasi data.
“Pemetaan ini merupakan kontribusi nyata kami dari bidang arsitektur. Kami berharap peta dan data yang dihasilkan dapat menjadi referensi teknis bagi pemerintah desa dalam menyusun perencanaan pembangunan di masa depan,” jelas Ahmad.
Kegiatan ini mendapatkan pendampingan intensif dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), David Sarana, S.T., M.T. Ia memastikan bahwa proses pemetaan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif desa, tetapi juga sesuai dengan kaidah perencanaan wilayah dan standar teknis yang berlaku.
Apresiasi tinggi datang dari Keuchik Desa Kuala, Rijal Alfandi. Ia menilai inisiatif mahasiswa KKN Unimal ini membantu perangkat desa dalam memahami detail kondisi wilayah secara visual dan administratif.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kelompok 56, khususnya para mahasiswa bidang arsitektur. Pemetaan ini memberikan manfaat nyata bagi kami dalam mengelola data desa dan menjadi dasar pengembangan tata kelola yang lebih tertib serta terarah,” ungkap Rijal.
Melalui sinergi antara keahlian akademik dan kebutuhan masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh berharap hasil pemetaan ini dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai instrumen pembangunan desa berbasis data yang akurat. []












