INFOLHOKSEUMAWE.com — Desa Kumbang Punteut, Kecamatan Blang Mangat, resmi memulai langkah transformasi digital melalui peluncuran website (situs web) desa sebagai media informasi resmi. Inovasi ini merupakan program kerja utama dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 67 Universitas Malikussaleh (Unimal) guna mendukung transparansi dan efektivitas penyebaran informasi kepada masyarakat.
Program pembuatan website ini dirancang untuk membantu aparatur desa dalam memanfaatkan teknologi informasi di era digital. Selain sebagai pusat data desa, platform ini bertujuan memudahkan warga dalam mengakses informasi publik secara cepat dan akurat.
Kegiatan pengembangan dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis, mulai dari observasi kebutuhan informasi, pengumpulan data profil desa, hingga perancangan user interface (antarmuka) dan pengembangan sistem. Mahasiswa KKN bekerja sama secara intensif dengan perangkat desa untuk memastikan konten website selaras dengan kondisi serta potensi lokal yang dimiliki Desa Kumbang Punteut.
Seluruh anggota Kelompok 67 terlibat aktif dalam proses ini, mulai dari penulisan konten, desain visual, hingga tahap pengujian sistem. Meski sempat menemui sejumlah tantangan teknis, komitmen mahasiswa dalam menuntaskan program ini tetap terjaga.
“Masih terdapat beberapa bug dalam proses pembuatan program website desa ini, tetapi kami terus mengusahakan yang terbaik untuk memperbaikinya agar menghasilkan website yang lebih informatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sovia, anggota Kelompok 67.
Agar inovasi ini tidak terhenti setelah masa KKN berakhir, mahasiswa juga memberikan pendampingan serta pelatihan dasar kepada perangkat desa. Pelatihan tersebut mencakup tata cara pengelolaan data dan pembaruan informasi secara mandiri. Hal ini dilakukan demi menjamin keberlanjutan operasional website sebagai aset digital desa.
Hadirnya website resmi ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana informasi modern, tetapi juga menjadi media promosi potensi lokal Desa Kumbang Punteut kepada masyarakat luas. Langkah ini menandai babak baru kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mendorong percepatan digitalisasi di tingkat perdesaan. []











